oleh

Nikah Sirih Tanpa Izin, Pengusaha Tambang Asal Lubuk Lingkuk Bateng Dilaporkan Istri ke Polda Babel

BABELEKSPOS.COM, PANGKALPINANG – Seorang ibu rumah tangga inisial ZH warga Lubuk Lingkuk, Kabupaten Bangka Tengah menyampaikan pengaduan ke PDKP Babel terkait konflik rumah tangga yang terjadi dengan suaminya inisial N yang diketahui berprofesi sebagai pengusaha tambang timah.

Puncak permasalahan dalam rumah tangga ZH terjadi setelah dirinya mengetahui suaminya N telah melakukan nikah siri dengan seorang perempuan inisial DS asal Aceh.

Dalam keterangan rilis yang disampaikan oleh PDKP Babel menjelaskan, nikah siri antara N dengan DS terjadi sekira November 2021 lalu. Adapun kronologis diketahuinya nikah siri N dengan DS bermula dari ZH dan anak-anak mengantar suaminya ke Bandara Depati Amir atas rencana ZH hendak bertemu orang tuanya yang sedang sakit di Aceh.

Dua minggu kemudian, ZH mendapat informasi dari warga setempat bahwa suaminya disebut-sebut dan diketahui telah melakukan perkawinan di Aceh dengan Ds perempuan sekampung dengan suaminya. Selain itu, diketahui N dan DS sudah saling kenal sejak lama.

Mendengar hal itu, N bersama keluarga mendatangi rumah DS  untuk melakukan klarifikasi atas informasi tersebut, tanpa ragu DS membenarkan perkawinannya dengan suami sah nya. Bahkan DS dengan tegas menunjukan kepada ZH sebuah Buku Hijau mirip Buku Nikah yang di dalamnya memuat judul Surat Keterangan Nikah antara dirinya dengan suami sah “Zh”.

Setelah mengetahui kenyataan yang terjadi, N dan anak-anak nya mengalami kegoncangan dan kehidupan rumah tangga menjadi tidak harmonis, ditambah lagi pada saat suaminya N pulang ke rumah, N justru melontarkan kata verbal agar N dan anak-anaknya menerima DS sebagai istri kedua.

Kemudian ZH pergi dari rumah sampai dengan hari ini tidak diketahui lagi keberadaannya, akibat peristiwa ini berdasarkan anamesa Psikolog Effy Nofita, S/Psi, M.Psi tanggal 12 Februari 2022, N telah mengalami stress tinggi, kecemasan tinggi dan depresi (anciety disorder).  Bahkan keterangan saksi-saksi warga sekampung Istri Sah “N” pernah mengalami pingsan, lemas, terbaring dan demam ftebih dari 1 (satu) minggu, sementara anak-anak menjadi pendiam dan murung.

“ZH warga Lubuk Lingkuk Kabupaten Bangka Tengah datang ke kantor PDKP untuk meminta bantuan hukum untuk adukan sang suami berinisial N ke Polda Babel karena menikah tanpa izin dengan wanita berinisial DS, sehingga menyebabkan ZH mengalami stress tinggi dan depresi,” kata Resa Fersandy sebagai kuasa hukum ZH saat menggelar konferensi pers di kantor PDKP Babel, Jumat (18/02/2022) sore.

Dijelaskan Resa, Berdasarkan Pasal 279 KUHP tentang perkawinan, istri sah dapat melaporkan tindakan suami ke aparat hukum yang berwenang jika melakukan pernikahan tanpa persetujuan istri sah. Serta Pasal 284 KUHP tentang perzinahan

“Kita sudah adukan ke Polda Babel, rencananya kita juga akan membawa kasus ini ke Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak tanggal 23 mendatang. Kami juga akan meneruskan aduan ini ke Mabes Polri,” terangnya.

Sementara itu Ketua PDKP Babel, John Ganesha menambahkan, dengan adanya kasus ini kami berharap warga khususnya para istri jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga baik itu secara fisik maupun psikis untuk tidak takut melaporkan ke pihak berwajib.

“Kami berharap dengan adanya kasus ini, nantinya akan membuat efek jera bagi para suami yang melakukan poligami tanpa ada izin istri sah maupun perselingkuhan mau itu nikah sirih atau nikah sah secara negara,” kata John.

John juga mengatakan dalam kasus ini suami klien kami juga sudah tidak memberikan nafkah materi kepada istri sah dan ketiga anaknya.

“Anak ada 3 dan sudah tidak diberi nafkah sejak 3 bulan lalu, terakhir hanya di kasih sebesar Rp 500.000,00 setelah itu sudah tidak ada kabar lagi”, tutup John Ganesha. (Edi/Jpa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *