Foto Ilustrasi (Net)BABELEKSPOS.COM, BANGKA – Dugaan penyimpangan aliran dana kompensasi Kapal Isap Produksi (KIP) Matras dan sekitarnya saat ini semakin menjadi sorotan di berbagai media pemberitaan online.
Namun hingga kini, nasib baik masih berpihak kepada para oknum pengelola dan penikmat dana kompensasi Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Matras dan sekitarnya.
Pasalnya, kendati sudah seringkali diberitakan di sejumlah media. Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Bangka belum juga melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran dana kompensasi KIP.
“Masih kita diskusikan,” cetus Kepala Seksi Intelijen Kejari Bangka, Miarsyarizal saat dikonfirmasi via aplikasi whatsapp terkait info perkembangan pengusutan dugaan Kasus Penyimpangan Dana KIP di Matras dan sekitarnya, Senin (29/08/2022).
Sementara Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan saat dikonfirmasi soal tindak lanjut laporan informasi berupa pemberitaan di sejumlah media online terkait dugaan kasus penyimpangan penyaluran dana KIP di Matras dan sekitarnya, Indra tampaknya juga belum bersedia memberikan tanggapannya.
Terkait dana KIP yang dislotkan untuk media, dari informasi yang didapat tidak hanya dinikmati oleh oknum wartawan En dan Cs nya saja. Tapi disebut sebut juga mengalir ke oknum pengacara yakni ke By.
“Dana KIP yang dislotkan sebesar Rp300/kg juga mengalir ke Pengacara By,” ungkap sumber yang enggan namanya disebutkan, Senin kemarin.
Lebih lanjut, sumber membeberkan bahwa lantaran peran pengacara By lah sehingga dana KIP untuk media yang diterima segelintir oknum wartawan berjalan lancar dan aman.
“Kan back up dari pengacara By lah sehingga aliran duit KIP ke oknum wartawan En dan Cs nya berjalan lancar,” sebutnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, media ini mencoba mengkonfirmasi ke By terkait namanya disebut-sebut juga menerima aliran dana KIP di Matras dan sekitarnya yang dislotkan untuk media.
Namun By lagi-lagi enggan memberikan tanggapannya, meski pesan konfirmasi yang dikirim wartawan via whatsapp sudah terbaca. Demikian juga saat dihubungi melalui sambungan telepon whatsapp, meski statusnya online, By lebih memilih bungkam ketimbang memberikan tanggapannya.
APH Belum Bergerak, Hadi : Pemberitaan di Media Sudah Massif, Tidak Perlu Menunggu Laporan
Terpisah, ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung, Hadi Susilo meminta aparat penegak hukum di Bangka segera bertindak untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan penyaluran dana KIP tersebut.
“Kita meminta Kepolisian atau pun Kejaksaan untuk segera mengusut dugaan penyimpangan penyaluran duit KIP itu,” pinta Hadi saat dimintai tanggapannya soal perkembangan penanganan kasus dugaan penyimpangan duit KIP, Selasa (30/08/2022).
Dikatakan Hadi, aparat penegak hukum sudah seharusnya secara otomatis mengambil peran sesuai tugas pokoknya dalam kasus ini. Dia mengatakan, APH tidak seharusnya menunggu laporan. ”Dalam keadaan situasi begini kok menunggu laporan. Ini kan sudah banyak laporan informasi berupa pemberitaan di sejumlah media online, tinggal jalani penyelidikan saja,” kata Hadi.
“Kalau sudah ada berita di media, kemudian ada fakta-faktanya, apalagi ini pemberitaanya sudah secara massif. Harusnya APH sudah lakukan penyelidikan,” tambahnya.
Hadi menyampaikan, sepengetahuannya penegakan hukum tidak selalu harus ada laporan.
”Dari yang saya baca dalam KUHAP menjelaskan bahwa penyelidikan itu mengetahui sendiri. Dari mana tahunya, dari media. Media dari mana, kan ada berbagai pernyataan-pernyataan dari nara sumber kemudian ada yang dari saksi. Bukankah itu bisa menjadi sebagai petunjuk-petunjuk. Harusnya penegakan hukum terhadap kasus ini sudah berjalan tidak menunggu laporan,” tandas Hadi. (red)
Tidak ada komentar