TRENDING
MENU

Pengaruh Anime Terhadap Perilaku Remaja

3 menit membaca
eed Babel Ekspos
Editorial - 11 Nov 2025

BABELEKSPOS.COM – Anime merupakan animasi hiburan populer yang berasal dari negara jepang. Anime telah menyebar ke berbagai negara, terutama Indonesia. Anime, banyak digemari di kalangan remaja karena jalan ceritanya yang menarik untuk diikuti serta visual dan desain karakternya yang unik. Namun, fenomena ini dinilai berpotensi buruk kepada perilaku remaja, bila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak dibatasi.

A. PEMBAHASAN

Dalam beberapa aspek, anime dapat memberikan sebuah pengaruh positif terhadap remaja, misalnya, bertebarannya anime yang mengajarkan nilai-nilai pentingnya dalam bekerja keras, persahabatan yang kuat, keberanian, dan pantang menyerah, seperti dalam serial anime Naruto ataupun Tanjiro dari Demon Slayer. Selain itu, dengan menonton anime dapat memperkaya kosakata bahasa asing.

Namun demikian, pengaruh anime juga dapat berdampak buruk terhadap perilaku remaja, karena anime banyak menampilkan unsur-unsur yang terlalu rumit untuk dipahami sebagian remaja seperti kekerasan, adegan dewasa, ataupun adegan berdarah yang akan mempengaruhi otak psikologis remaja yang belum berpikiran matang, akan sangat mudah terpengaruh dan tenggelam ke dalam anime.

B. PENGARUH NEGATIF ANIME TERHADAP PERILAKU ANIME ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

1. Tema yang tidak sesuai dengan usia remaja

Sebagian anime, sering kali menampilkan unsur-unsur dewasa, seperti kekerasan, seksualitas, bahkan perjudian di dunia malam. Hal ini dapat memicu dampak negatif terhadap perkembangan emosional atau psikologis suatu individu.

2. Timbulnya perilaku imitasi atau meniru

Sebagian besar remaja, biasanya akan meniru penampilan karakter anime favoritnya yang unik, cara berbicara ataupun sikap. Jika karakter yang ditiru memiliki karakteristik yang buruk, maka akan berdampak negatif terhadap perilaku ataupun kepribadian remaja.

3. Menghilangnya rasa berkewajiban dan tanggung jawab.

Di dalam beberapa anime, biasanya  terdapat seorang karakter utama yang sering kali mengabaikan rasa tanggung jawabnya, dan hal ini dapat memengaruhi remaja yang menyukai sosok tersebut, menjadi acuh tak acuh dengan kewajiban sehari-harinya sekaligus berubah menjadi pribadi yang apatis.

4. Mengurangi kontak interaksi sosial dan tertutup.

Beberapa remaja yang terlalu terpaku pada anime, biasanya akan lebih senang sendirian daripada keramaian, sehingga mereka akan menutup diri, dan mengabaikan interaksi sosial.

C. KESIMPULAN

Jadi, anime memiliki dua pengaruh terhadap perilaku remaja, yaitu positif dan negatif, tergantung bagaimana remaja tersebut menyikapi dan menerimanya. Oleh karena itu, penting bagi seorang remaja untuk menonton anime secara selektif atau membatasi waktu dalam menonton untuk mengatasi kecanduan terhadap anime dan menerapkan nilai-nilai positif yang dapat diambil pada kehidupan nyata.

 

Sumber: Juanda
NIM: 5112511060
Mata Kuliah: Bahasa Indonesia.
Dosen Pengampu:
1. Uky Eji Anggara, S.S., M.Pd
2. Wilda Afriani, S.S., M.Pd.
Program Studi: S1 Sosiologi
Fakultas ilmu sosial dan politik
Universitas Bangka Belitung

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan