
BABELEKSPOS.COM, PANGKALPINANG – Keberadaan tiga unit ponton timah yang terparkir di bibir Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang kini menjadi topik perbincangan hangat di tengah publik. Bahkan mengundang beragam kecaman dan respon negatif dari para warganet. Hal ini bermula dari berita yang beredar di media sosial Facebook milik akun Babelterkini.com dengan judul “Ponton Timah Parkir Dibibir Pantai Pasir Padi, Novi: Tidak Boleh, Kami Akan Cek!!”.
Pemberitaan tersebut menyoroti tentang keberadaan tiga unit ponton timah yang berada di bibir Pantai Pasir Padi yang diduga telah melakukan penambangan timah ilegal yang disinyalir kuat ketiga ponton tersebut merupakan ponton binaan dari perusahaan mitra PT Timah Tbk.
Informasi tersebut langsung mendapat tanggapan dari Kepala Unit ABS PT Timah Tbk, Nopi Kohirozi saat dikonfirmasi Babelterkini.com. Ia pun berjanji akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.
Berikut sebagian kutipan komentar pedas dari warganet yang masuk ke kolom komentar di akun media sosial Facebook milik akun Babelterkini.com :
*Akun Mana Haliem menulis; Gubernur nya mimpi nyari piala terus
* Akun Mfaisal Mfaisal menulis; Usir kan
* Akun Ferza Angler menulis: la dk sesuai agik men la d bibir pantai
* Akun Adi Shaka menulis: Bagak dipelihara!!
* Akun Karmin berkomentar: Tangkap gubernurnya
* Akun Mawardi menulis: Cuma cek doang,…. setelah itu hilang kabar. Sedangkan Akun Siska Novitasari menulis Tlong pak gubernur dan pak wali kota ancok laut kami lh kami pribumi air itam lh susah cari Makan kelaut mana lh lumpur bai tlong di tutup pak cucu cicit kami ke depan susah cari makan mata pencarian kami Ti itu hanya menguntungkan satu individu Bai kami masyarakat. Dk d untung buat kami malahan. Kami cari ikan lh susah tlong tutup dan bubarkan.
Berdasarkan sebagian kutipan komentar tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat khususnya para warganet menyampaikan rasa kekecewaannya kepada para pejabat daerah maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya dalam mengatasi permasalahan tambang ilegal.
Hingga berita ini ditayangkan Gubernur Babel, Hidayat Arsani enggan menanggapi atau lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Rabu (03/06/26) petang.
Permasalahan tambang timah ilegal di Babel ini pun sudah menjadi polemik yang tak berujung. Sebab para pejabat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya seolah tutup mata dan terkesan ada pembiaran terhadap aktivitas tambang timah ilegal. (red)