MENU

BPJN Babel: Langkah Taktis di Lapangan Sebagai Tindakan Darurat dan Bersifat Sementara

3 menit membaca
eed Babel Ekspos
Berita, Headline, Lokal - 22 Jun 2026

BABELEKSPOS.COM, PANGKALANBARU – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung angkat bicara terkait kondisi ruas Jalan di Desa Bikang, Kabupaten Bangka Selatan yang mengalami sedikit keretakan dan permukaan jalan yang sedikit bergelombang dikarenakan faktor alam dan beban kendaraan berat. Proyek jalan nasional yang selesai dibangun sekitar tahun 2024 ini sebelumnya menuai kritikan dari Anggota DPRD Babel dapil Bangka Selatan Rina Tarol.

Kepala BPJN Babel, Susan Novellia mengatakan pihaknya telah mengambil langkah taktis di lapangan sebagai tindakan darurat dan bersifat sementara. Langkah ini sudah dilakukan sejak 18 Juni 2026, guna mengantisipasi risiko kerusakan struktural yang lebih parah.

“Untuk penanganan sementara yang kita lakukan ini memang sifatnya darurat. Artinya, untuk kejadian luar biasa di badan jalan ini harus segera ditangani dan tidak bisa ditunda,” kata Susan dalam acara Penyampaian Kegiatan Komunikasi Publik di Auditorium BPJN Babel, Senin, (22/06/26).

Susan memaparkan, penanganan darurat dilakukan dengan menutup celah retakan menggunakan lapisan Sand Sheet. Hal ini bertujuan menjaga kekedapan air pada lapisan tanah dasar sekaligus mengembalikan kenyamanan berkendara.

BPJN mengestimasi perbaikan darurat ini aman untuk 6 bulan ke depan. ​Untuk solusi permanen, BPJN Babel tidak berjalan sendiri. Mereka telah menggandeng Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur untuk melakukan evaluasi dan kajian mendalam.

​”Untuk penanganan permanen, kami melaporkan kembali kepada pimpinan dan pihak yang memberikan pendampingan. Evaluasi dari Balai Teknik dan Terowongan Struktur akan mengkaji lebih mendalam terkait desain, faktor alam, hingga penyebab kerusakan lainnya,” jelasnya.

Terkait penyebab utama kerusakan di ruas jalan yang tergolong baru tersebut, Susan mengindikasikan selain faktor alam terdapat faktor beban kendaraan berat menjadi salah satu pemicu utama. Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang tinggi di jalur Namang – Koba turut mempercepat keausan aspal.

“Sementara ini kami bisa deteksi, kendaraan di Namang – Koba ini kan memang kendaraan dengan tonase. Jadi mungkin dari faktor kendaraan besar dan lalu lintas harian rata-rata yang lewat di sana menjadi penyumbang atau kontribusi,” tuturnya.

Mengenai status pemeliharaan proyek tersebut, Susan mengonfirmasi bahwa masa kontrak dengan pihak ketiga telah selesai. Oleh karena itu, biaya perbaikan tidak lagi dibebankan kepada kontraktor secara materi, melainkan menggunakan dana pemeliharaan rutin.

“Semua pekerjaan yang tidak lagi di dalam masa kontrak, di setiap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kita ada dana pemeliharaan rutin. Dana rutin ini digunakan untuk penutupan lubang, pembersihan saluran, dan penataan bahu jalan. Jadi, ini pakai dana dari posnya PPK,” tegasnya.

Kendati masih ada titik yang belum rata dan mengalami perbedaan elevasi, BPJN memastikan kondisi fungsional jalan secara umum masih kondusif dan aman dilalui kendaraan roda 2, roda 4, hingga angkutan logistik berat. Rambu peringatan dini juga telah dipasang di titik-titik strategis.

BPJN Babel memastikan tidak tinggal diam terkait performa proyek ini. Susan menyatakan pihaknya melakukan evaluasi hierarki secara ketat, termasuk memberikan teguran kepada Satker (Satuan Kerja) dan PPK yang bertanggung jawab.

Untuk kontraktor dan konsultan pengawas, diutarakan Susan, evaluasi dilakukan secara transparan melalui aplikasi SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia) milik Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU.

“Nilai dari seluruh penyedia jasa, baik kontraktor maupun konsultan, nanti PPK dan Satker bisa input apakah baik, sangat baik, sedang, atau kurang. Saya selalu bilang ke PPK, pekerjaan yang kualitasnya bagus silakan dinilai baik. Tapi kalau kurang, kita evaluasi apakah bisa dilaksanakan lagi tahun depan atau jadi catatan khusus. Teguran dari Kepala Balai secara hierarki pasti ada,” pungkasnya. (Edy)

Bagikan Disalin